Senin, Desember 17, 2012

BELAJAR KONSISTEN



Seorang Darwis menemui Nasrudin Hoja untuk berguru.
Nasrudin menerimanya.
Suatu malam, Nasrudin menggosok kayu untuk melentikkan api.
Api kecil pun muncul. Nasrudin lalu meniup-niupnya.

�Mengapa api itu kau tiup?� tanya Si Darwis.
�Agar lebih panas dan lebih besar apinya,� jawab Nasrudin.
Benar saja, api pun membesar.
Nasrudin kemudian memasak sop. Setelah matang, ia lalu menuangnya ke dalam dua mangkok.
�Makanlah,� kata Nasrudin sambil mengambil bagiannya, kemudian meniup-niup sop tersebut.
Sang Darwis mengerutkan kening. �Mengapa sop itu kau tiup?� tanyanya.
�Agar lebih dingin dan enak dimakan,� jawab Nasrudin.
�Ah,� sahut Si Darwis, �Aku rasa aku tidak jadi belajar darimu.�
Darwis itu berdiri. �Engkau tidak konsisten dengan pengetahuanmu. Semula engkau meniup agar bertambah panas, sekarang engkau meniup agar dingin. Kamu tidak konsisten��

Sepeninggal muridnya, Nasrudin pun berkelana. Ia mencoba memahami arti konsistensi. Hingga suatu hari ia bertemu sahabat lamanya. �Hei Nasrudin, berapa usiamu sekarang?�
�40 tahun,� sahut Nasrudin.

Orang itu pun berlalu.
Setahun kemudian, mereka bertemu lagi. Sahabat itu kembali bertanya,�Kau terlihat sehat, berapa usiamu, Nasrudin?�
�40 tahun,� sahut Nasrudin.
Orang itu mendadak tertawa. �Kamu sungguh bodoh. Kalau tahun lalu usiamu 40, tahun ini tentu 41. Sungguh bodoh sekali,� sahut orang itu sambil berlalu. Suara tawanya masih terdengar meski sosoknya telah lenyap di balik tikungan.

�Saya hanya mencoba konsisten,� lirih Nasrudin sambil melangkah lesu.

BELAJAR KONSISTEN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kumpulan Kata Kata

 

Top